Jumat, 09 Mei 2014

WAWASAN NASIONAL INDONESIA

Wawasan Nasional Indonesia

Latar Belakang

Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalahwilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karenatelah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia.

Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsaIndonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara KesatuanRepublik Indonesia.Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana iamemandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa dinamakanwawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan pandangan nasionalnya berbunyi:"Brittain rules the waves". Ini berarti tanah Inggris bukan hanya sebatas pulaunya,tetapi juga lautnya.

Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti:Thailand, Perancis, Myanmar dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalahwawasan nusantara yang disingkat wasantara. Wasantara ialah cara pandang bangsaIndonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri danlingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalammengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yangsarwa nusantara itu.

Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah (contour atauorganisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wasantara itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:

•Satu kesatuan wilayah.
•Satu kesatuan bangsa.
•Satu kesatuan budaya.
•Satu kesatuan ekonomi.
•Satu kesatuan hankam.

jelaslah disini bahwa wasantara adalah pengejawantahan falsafah Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara Republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan wasantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasionalIndonesia yang senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman.Ketahanan nasional itu akan dapat meningkat jika ada pembangunan yang meningkat,dalam "koridor" wasantara.

Pengertian Wawasan Nusantara
Kata wawasan berasal dari kata “wawas” ( bahasa Jawa ) yang berartimelihat atau memandang. Jika ditambah dengan akhiran –an maka secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau, cara pandang. Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kunoyakni nusa yang berarti pulau, dan antara artinya lain.Wawasan nasional suatu bangsadibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya. Beberapateori paham kekuasaan dan teori geopolitik. Perumusan wawasan nasional lahir  berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsepoperasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan.

Teori-teori yang dapat mendukung rumusan tersebut antara lain:

1.  Paham-paham kekuasaana.

a.    Machiavelli

(abad XVII)Dengan judul bukunya The Prince dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabilamenerapkan dalil-dalil:1. Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan2. Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah.3. Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.b.

b.    Napoleon Bonaparte

(abad XVIII)Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengerahkan segaladaya upaya dan kekuatan nasional. Napoleon berpendapat kekuatan politik harusdidampingi dengan kekuatan logistik dan ekonomi, yang didukung oleh sosial budayaberupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa untuk membentuk kekuatanpertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.

c.    Jendral Clausewitz

(abad XVIII)Jendral Clausewitz sempat diusir pasukan Napoleon hingga sampai Rusia dan akhirnyadia bergabung dengan tentara kekaisaran Rusia. Dia menulis sebuah buku tentang perang
yang berjudul “Vom Kriegen”

(tentang perang). Menurut dia perang adalah kelanjutanpolitik dengan cara lain. Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasionalsuatu bangsa.d.

d.    Fuerback dan Hegel

(abad XVII)Paham materialisme Fuerback dan teori sintesis Hegel menimbulkan aliran kapitalismedan komunisme. Pada waktu itu berkembang paham perdagangan bebas(Merchantilism). Menurut mereka ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalahseberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yangdimiliki oleh negara itu.e.

e.    Lenin

(abad XIX)Memodifikasi teori Clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong yaitu perangadalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahandarah/revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangkamengkomuniskan bangsa di dunia.f.

f.     Lucian W. Pye dan Sidney

Tahun 1972 dalam bukunya Political Cultural dan Political Development dinyatakanbahwa kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar padakebudayaan politik bangsa ybs. Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalammelihat kesejarahan sebagai satu kesatuan budaya.

2. Teori – teori geopolitik (ilmu bumi politik).

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajarigejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjanaseperti :a.

a.    Federich Ratzel

Menurut Federich Ratzel geopolitik memiliki karakteristik antara lain:

1.    Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhanorganisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir,tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.

2.    Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam artikekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh(teori ruang).


3.     Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas darihukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng.

4.    Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber dayaalam. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhankekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi).


5.    Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluasdengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang.Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran yaitu menitik beratkan kekuatan darat danmenitik beratkan kekuatan laut. Ada kaitan antara struktur politik/kekuatan politik dengan geografi disatu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negarayang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologi) dilain pihak.

b.    Rudolf Kjellen

1.    Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara,hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agarmemungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.

2.    Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang:geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.

3.    Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampuswasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.c.

c.    Karl Haushofer

Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi olehsemangat militerisme dan fasisme. Pokok  – pokok teori Haushofer ini pada dasarnyamenganut teori Kjellen, yaitu sebagai berikut :

1.    Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperiummaritim untuk menguasai pengawasan dilaut.

2.    Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia barat(Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya.

3.     Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan.Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidupuntuk mendapatkan ruang hidup (wilayah).

d.    Sir Halford Mackinder

 (konsep wawasan benua)Teori ahli
Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan
benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat
mengusai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia”
yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.

e.    Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehingga pada akhirnya menguasai dunia.


f.     W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyaidaya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan denganpenghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

g.    Nicholas J. SpykmanTeori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkankekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dankondisi suatu negara.

Wawasan Nasional Indonesia

Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasioanal secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia.

1.    Paham kekuasaan bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai: “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih – benih persengketaan dan ekspansionisme. Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik  nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia sengan segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah – tengah perkembangan dunia.

2.    Geopolitik Indonesia

Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia disasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia, sedangkan pemahaman tentang Negara Indonesia menganut paham Negara kepuauan , yaitu paham  yang diembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di Negara – Negara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham Barat, laut berperan sebagai “pemisah” pulau, sedangkan menurut paham Indonesia Laut adalah “penghubung” sehinnga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah air” dan disebut Negara kepulauan.

3.    Dasar Pemikiran wawasan Nasional Indonesia

Dalam menentukan  membina dan mengembangkan wawasan nasionalnya, bangsa Indonesia menggali dan mengembangkan dari kondisi nyata yang terdapat di lingkungan Indonesia sendiri.  Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, pembahasan latar belakang filosofis sebagai dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari:

a.    Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah pancasila
b.    Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan Nusantara
c.    Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya bangsa Indonesia
d.    Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan bangsa Indonesia.

Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara menurut
1.    Prof. Dr. Wan Usman
adalah cara pandang bangsaIndonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2.    LEMHANAS 1999
wawasanNusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannyayang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuanbangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsadan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Sedangkan pengertian yang digunakan sebagaiacuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah carapandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam danbernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetapmenghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyatdengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai danmewujudkan tujuan nasional.

Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat darihierarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

1.    Landasan idiil adalah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
2.    Landasan Konstitusional merupakan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
3.    Landasan visional adalah wawasan nusantara sebagai visi bangsa.
4.    Landasan konsepsional yaitu ketahanan nasional bangsa.
5.    Landasan Operasional yaitu GBHN sebagai Kebijaksanaan Dasar Bangsa.

Unsur-unsur dalam wawasan nusantara antara lain:

a.    Wadah
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayahIndonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk sertaaneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakanwadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadahdalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infrastruktur politik.

b.    Isi
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuannasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut diatasbangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaandalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isimenyangkut dua hal pertama realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama danperwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dankesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

c.    Tata laku (conduct)
Merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi wawasannusantara yang terdiri dari 2, yaitu tata laku batiniah,dan tata laku lahiriah. Tata lakuBathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsaIndonesia. Tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku daribangsa Indonesia. Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri ataukepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasabangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalismeyang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingannasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsadan negara indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negaraharus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpamenghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang.




Asas-Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dandiciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsaIndonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wawasannusantara terdiri dari:

1.    Kepentingan/Tujuan yang sama
Kepetingan yang sama memiliki pengertian yaitu pada waktu penegakan dan merebutkemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia itu adalah menghadapi penjajahansecara fisik dan bangsa lain, maka sekarang ini bangsa Indonesia harus menghadapipenjajahan dari bangsa asing dengan cara lain, seperti mendapat tekanan dan paksaan baik secara halus maupun kasar dalam kehidupan di dalam negeri dengan cara adu domba danpecah belah bangsa yang lebih halus daripada di zaman penjajahan. Sedangkan dalampergaulan internasional dengan menggunakan dalih hak asasi manusia (HAM),demokratisasi, dan lingkungan hidup.

2.    Keadilan
Keadilan memiliki pengertian yaitu sesuainya hasil/pembagian hasil atau menikmatikemakmuran sesuai dengan andil, jerih payah usaha, dan kegiatan baik orang perorangan,golongan, kelompok, maupun daerah.

3.    Kejujuran
Kejujuran memiliki pengertian yaitu berani berpikir, berkata dan berbuat/bertindak sesuai realitas, aturan/ketentuan yang besar, biarpun pahit dirasakan dan kurang enak didengarnya, akan tetapi demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara maka hal iniharus dilakukan.

4.    Solidaritas
Solidaritas memiliki pengertian yaitu diperlukannya rasa setiakawan, mau memberidan berkorban bagi orang/pihak lain tanpa meninggalkan dan tetap mengharigai ciri dankarakter budaya masing-masing.

5.    Kerjasama
Kerjasama memiliki pengertian yaitu adanya koordinasi, saling pengertian yangdidasarkan atas kesetaraan sehingga dicapai kerja kelompok, baik kelompok yang kecilmaupun kelompok yang lebih besar demi terciptanya sinergi yang lebih baik.

6.    Kesetiaan terhadap kesepakatan
Kesetiaan terhadap kesepakantan memiliki pengertian yaitu setia dan memegangteguh akan kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan Negara Indonesia,yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis sejak Boedi Oetomo pada tahun 1908, SumpahPemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi sertamemperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantarameliputi :

1.    Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkinfaktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina danterpeliharanya persatuan dan kesatuan. Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuankesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

2.    Ke luar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik,ekonomi,sosial budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah danikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

KEDUDUKAN  WAWASANNUSANTARA.

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyatdengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai danmewujudkan tujuan nasional. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat darihierarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

1.    Landasan idiil adalah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
2.    Landasan Konstitusional merupakan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
3.    Landasan visional adalah wawasan nusantara sebagai visi bangsa.
4.    Landasan konsepsional yaitu ketahanan nasional bangsa.
5.    Landasan Operasional yaitu GBHN sebagai Kebijaksanaan Dasar Bangsa.

IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI DARI WAWASAN NUSANTARA

Indonesia, sebagai negara bangsa (nation state) kini sedang berada di persimpangan jalan. Di tengah himpitan upaya untuk keluar dari krisisekonomi, Indonesia harus menghadapi ragam tuntutan dari daerah yang –entahkebetulan atau tidak—muncul pada waktu yang hampir bersamaan. Tuntutantersebut jenisnya bermacam-macam; dari sekadar menuntut pembagian keuanganyang lebih adil, tuntutan otonomi yang lebih luas, tuntutan federalisasi,sampai ke tuntutan kemerdekaan. Akibatnya, eksistensi negara bangsaIndonesia sebagai negara kesatuan dalam ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (sebagaimana dinyatakan dalam konsep yang selama inidisebut “wawasan nusantara”), kemudian dipertanyakan kesahihannya dalammenjamin terwujudnya keadilan dan kemakmuran yang merata.

Sumber :






Jumat, 11 April 2014

DEMOKRASI

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli
Abraham Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Charles Costello
Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.
John L. Esposito
Demokrasi pada dasarnya adalah kekuasaan dari dan untuk rakyat. Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Hans Kelsen
Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang melaksanakan kekuasaan Negara ialah wakil-wakil rakyat yang terpilih. Dimana rakyat telah yakin, bahwa segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatikan di dalam melaksanakan kekuasaan Negara.
Sidney Hook
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.
C.F. Strong
Demokrasi adalah Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewan dari masyarakat ikut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan yang menjamin pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya pada mayoritas tersebut.
Hannry B. Mayo
Kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana di mana terjadi kebebasan politik.
Merriem
Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan.
Samuel Huntington
Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara.
Wikipedia

Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Demokrasi di Indonesia menurut saya
Pada dasarnya demokrasi di Indonesia sampai saat ini belum berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Demokrasi seakan dikekang oleh keinginan-keinginan para elit politik yang “bermain” atas nama seluruh rakyat. Namun kenyataannya, mereka justru menyengsarakan rakyat demi kepentingan pribadi dan golongannya.
Untuk itu peran masyakat sipil sangat dibutuhkan, dalam memperbaiki proses demokrasi di Indonesia. Masyarakat harus ikut mengawasi jalannya proses demokrasi, agar hak-hak rakyat tidak terabaikan oleh para pemimpin bangsa dan elit politik.
Saran
1.Kepada seluruh lapisan masyarakat, hendaknya ikut mengawasi dan berperan aktif dalam proses demokrasi.
2.Kepada para politikus, jangan jadikan demokrasi untuk meraup keuntungan pribadi yang dapat merugikan masyarakat.
3.Kepada pemerintah, hendaknya mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang betul-betul dapat menjadi pegangan yang kuat dan berpihak kepada rakyat.

Warga Negara yang Baik

Ciri-Ciri Warga Negara yang Baik
1.         Menjadi tetangga yang baik dengan peduli terhadap orang lain.
2.         Membagi waktu dan keterampilan-keterampilan dengan masyarakat untuk membuatnya lebih baik, lebih bersih dan lebih aman.
3.         taat atau patuh pada peraturan Negara yang berlaku.
4.         menyuarakan pendapatmu melalui pemungutan suara.
5.         melestarikan lingkungan karena lingkungan itu berkesinambungan dengan kita.
6.         perduli terhadap lingkungan sosial sekitar.
7.         Menjalankan peran positif seperti :
·         Memperlihatkan kepedulian terhadap keberhasilan dan keamanan orang lain.
·         Bergotong royong.
·         Menggunakan bahasa yang tidak mengadili yang tidak menyakitkan atau merendahkan.
·         Melakukan sesuatu yang benar, khususnya ketika dalam keadaan sulit.
·         Melakukan sesuatu yang benar, bahkan ketika tidak ada seorangpun yang melihat.
·         Bertanggungjawab terhadap tindakan-tindakan kamu.
·         Bercermin pada bagaimana tindakan-tindakan kamu mempengaruhi kesejahteraan orang lain.

Ciri-ciri Warga Negara yang Buruk

1.         Melihat keluar hanya untuk diri sendiri.
2.         Mengotori dan menyia-nyiakan sumber-sumber.
3.         Menyerahkan semua persoalan-persoalan politik ada seseorang yang disebut “ahli”.
4.         Tidak perduli terhadap lingkungan sekitarnya.
5.         tidak ikut serta menyuarakan hak pilih kita
6.         melanggar peraturan atau tata tertib Negara.

Kesimpulan
a.    Warga negara yang baik memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab terhadap negara, bangsa, masyarakat, lingkungan dan hukum.
b.    Warga negara yang baik adalah warga Negara yang cinta terhadap negaranya sendiri.
c.    Kesadaran warga negara adalah perasaan kasih sayang atau cinta yang positif dan penuh dengan arti dari seseorang yang berkembang terhadap negaranya.

Rabu, 05 Februari 2014

Tugas Arsitektur Lingkungan

Tugas Arsitektur Lingkungan

Kelas    : 2TB01
NPM    : 26312554
Jurusan : Teknik Arsitektur
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma

Rumah merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun sebuah keluarga. Ia merupakan tempat kembali dari bepergian, tempat yang paling pokok dalam mentarbiyah diri maupun keluarga. Dari sinilah asal pembentukan sifat dasar seorang insan. Rumah yang nyaman tentu akan membuat betah seluruh penghuninya, hingga saat dalam perantauanpun ia akan berharap untuk cepat kembali pulang berkumpul dalam kebersamaan keluarga nya. Rumah yang nyaman tidak selalu harus rumah yang mewah dengan segala fasilitas didalamnya, tetapi adalah rumah yang bias memberikan ketenangan dan keamanan bagi penghuninya.


Data Penghuni : Berjumlah empat orang di antaranya Bapa, Ibu, Kakak, dan adik
Aktivitas di dalam Rumah : istirahat, makan, ibadah, berkumpul keluarga, dan belajar.
Lokasi  : Bojong Gede


Orientasi

Orientasi rumah ini arah depan menghadap barat dan belakang rumah menghadap utara.

Ruang Tamu

Kelebihannya : Pencahayaan sudah sangat cukup karena di kedua sisi nya sudah terdapat bukaan-bukaan jendala, sudah sangat nyaman dan luas .
Kekuranganya: menjadi tempat kumpul keluarga dan makan karena disini pencahayaannya sangat baik dan ter dapat televise.

Ruang Keluarga


Kelebihannya: cukup luas, sudah nyaman karena ada pencahayaan lampu dan tempat sesuai ditengah rumah.
Kekurangannya: Pencahayaannya kurang dan terlalu banyak furniture jadi jarang sebagai tempat keluarga.


Ruang Makan

Kelebihannya: sudah cukup luas, pencahayaan cukup,
Kekuranganya: jarang di gunakan sesuai dengan fungsinya hanya sebagai tempat mengambil makan, karena kurang nyaman untuk sebagai tempat makan.




Ruang Mandi
 
Kelebihannya: Pencahayaan sudah baik, nyaman untuk di fungsikan.
Kelemahannya: mungkin hanya perlu di perbagus saja.

 Dapur

Kelebihannya: pencahayaan baik, luas dan nyaman.
Kekurangannya: hanya perlu di perbagus saja.

Halaman Depan dan Belakang
 
Kelebihannya: Nyaman, pencahayaan banyak, terdapat pohon-pohon dan kolam yang membuat halaman dan rumah sejuk.
Kekuranganya: tidak terlalu luas.

Teras

Kelebihannya: cukup Luas, Nyaman, dan pencahayaan cukup.
Kekurangannya: Tidak terlalu bagus.

Kesimpulan:
Rumah sudah sangat nyaman di huni hanya terdapat masalah dari pencahayaan alami dan hanya butuh pengaturan furtinure di dalm ruangan, suhu di dalm ruangan pun tidak panas dan dingin cukup sejuk di dlam rumah.


Rumah yang baik, sehat dan nyaman
Memiliki sebuah rumah yang sehat serta membuat nyaman bagi seluruh pemilik dan anggota keluarga tentunya akn menjadi dambaan dan impian bagi setiap keluarga. Karena dengan adanya rumah yang telah memenuhi kriteria rumah sehat akan bisa meningkatkan derajat kesehatan seluruh anggota keluarga yang ada dalam rumahnya.

Karena rumah yang telah mempunyai ciri rumah yang sehat akan bisa juga termasuk dalam cara mencegah penularan penyakit dalam lingkungan kehidupan sebuah keluarga. Karena kehidupan dalam rumah adalah sebuah kehidupan yang banyak dilalui dengan aktifitas sehari-hari oleh seluruh anggota keluarga.

Sebelum kita membangun rumah, tentunya kita juga memikirkan bagaimana tata letak rumah yang sehat dalam setiap bagiannya, baik itu dalam segi ruangan tamu, ruangan kamar yang sehat, bagaimana menciptakan dapur yang sehat, kamar mandi yang sehat serta semua lingkungan rumah agar bisa membuat suasana yang menyenangkan dan menyehatkan bagi seluruh anggota keluarga yang mendiaminya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tempat tinggal yang kita diami dan tinggali memenuhi syarat dan kriteria rumah sehat serta jauh dari segala hal yang berkaitan dengan penyakit maka berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan seperti yang pernah diutarakan dan disampaikan kawan blogger yang satu ini mengenai Tanda-Tanda Rumah Sehat Dan Bersih:

  1. Ventilasi Sirkulasi Pertukaran Udara Lancar. Udara yang bersih adalah hal yang penting yang harus ada dalam sebuah rumah yang sehat. Karena kebutuhan pokok manusia salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan oksigen yang baik dan ini bisa kita dapatkan dan penuhi bila rumah kita memiliki ventilasi yang baik serta cukup untuk pertukaran udara. Dan ini juga termasuk dalam hal pemenuhan syarat rumah sehat yang harus dimiliki sebuah tempat tinggal untuk keluarga.
  2. Kebersihan Rumah. Kita ketahui bersama bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman dan kebersihan adalah juga merupakan pangkal kesehatan. Sehingga bila kita mengidamkan sebuah tempat tinggal yang sehat tentunya harus bisa memenuhi standar bersih dan sehat bagi sebuah rumah. Sistem bangunan yang dimiliki tersebut bisa memungkinkan agar rumah bisa menjadi bebas kotoran, debu, asap serta kontaminan lainnya yang bisa berefek terhadap kesehatan.
  3. Persediaan Air Bersih Yang Tercukupi. Kebutuhan pokok manusia yang lainnya adalah pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Sehingga rumah sehat juga diharapkan mempunyai sarana dan prasana dalam penyediaan air bersih yang mencukupi untuk kebutuhan seluruh anggota keluarga.
  4. Lingkungan Rumah Yang Aman. Lingkungan tempat tinggal dan juga lingkungan masyarakat tempat kita tinggal perlu juga memenuhi syarat dan standar keamanan yang baik. Bila kaitannya dengan rumah maka ketika akan membangun sebuah rumag perlu dipikirkan konsep rumah yang aman dan sehat pula. Rumah hendaknya dibangun dengan bentuk, fungsi, dan peralatan yang aman bagi seluruh penghuni keluarga. Konsep ergonomis di setiap piranti hendaknya juga dipikirkan dengan baik dan matang pula. Sisi keamanan rumah dan juga kemananan lingkungan adalah faktor yang penting, demi menghindari terjadinya kecelakaan di dalam maupun di sekitar rumah.
  5. Sanitasi Rumah Yang Baik. Yang satu ini tak boleh pula kita lupakan. Perlu pula kita berkonsultasi bagaimana cara menciptakan sebuah sanitasi yang sehat dan baik bagi sebuah rumah tempat tinggal kita. Baik itu menyangkut mengenai sistem pembuangan, sarana pembuangan limbah keluarga, adanya tempat sampah yang memenuhi standar kesehatan dan sebagainya.
Demikian tadi beberapa standar rumah sehat yang bisa kita lakukan dan penuhi ketika kita merencanakan pembangunan rumah sebagai tempat tinggal kita dan juga seluruh anggota keluarga kita. Dengan pemenuhan syarat kesehatan rumah yang baik serta bersih akan membantu kita meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan juga masyarakat lingkungan kita pula.