Rabu, 05 Februari 2014

Tugas Arsitektur Lingkungan

Tugas Arsitektur Lingkungan

Kelas    : 2TB01
NPM    : 26312554
Jurusan : Teknik Arsitektur
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma

Rumah merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun sebuah keluarga. Ia merupakan tempat kembali dari bepergian, tempat yang paling pokok dalam mentarbiyah diri maupun keluarga. Dari sinilah asal pembentukan sifat dasar seorang insan. Rumah yang nyaman tentu akan membuat betah seluruh penghuninya, hingga saat dalam perantauanpun ia akan berharap untuk cepat kembali pulang berkumpul dalam kebersamaan keluarga nya. Rumah yang nyaman tidak selalu harus rumah yang mewah dengan segala fasilitas didalamnya, tetapi adalah rumah yang bias memberikan ketenangan dan keamanan bagi penghuninya.


Data Penghuni : Berjumlah empat orang di antaranya Bapa, Ibu, Kakak, dan adik
Aktivitas di dalam Rumah : istirahat, makan, ibadah, berkumpul keluarga, dan belajar.
Lokasi  : Bojong Gede


Orientasi

Orientasi rumah ini arah depan menghadap barat dan belakang rumah menghadap utara.

Ruang Tamu

Kelebihannya : Pencahayaan sudah sangat cukup karena di kedua sisi nya sudah terdapat bukaan-bukaan jendala, sudah sangat nyaman dan luas .
Kekuranganya: menjadi tempat kumpul keluarga dan makan karena disini pencahayaannya sangat baik dan ter dapat televise.

Ruang Keluarga


Kelebihannya: cukup luas, sudah nyaman karena ada pencahayaan lampu dan tempat sesuai ditengah rumah.
Kekurangannya: Pencahayaannya kurang dan terlalu banyak furniture jadi jarang sebagai tempat keluarga.


Ruang Makan

Kelebihannya: sudah cukup luas, pencahayaan cukup,
Kekuranganya: jarang di gunakan sesuai dengan fungsinya hanya sebagai tempat mengambil makan, karena kurang nyaman untuk sebagai tempat makan.




Ruang Mandi
 
Kelebihannya: Pencahayaan sudah baik, nyaman untuk di fungsikan.
Kelemahannya: mungkin hanya perlu di perbagus saja.

 Dapur

Kelebihannya: pencahayaan baik, luas dan nyaman.
Kekurangannya: hanya perlu di perbagus saja.

Halaman Depan dan Belakang
 
Kelebihannya: Nyaman, pencahayaan banyak, terdapat pohon-pohon dan kolam yang membuat halaman dan rumah sejuk.
Kekuranganya: tidak terlalu luas.

Teras

Kelebihannya: cukup Luas, Nyaman, dan pencahayaan cukup.
Kekurangannya: Tidak terlalu bagus.

Kesimpulan:
Rumah sudah sangat nyaman di huni hanya terdapat masalah dari pencahayaan alami dan hanya butuh pengaturan furtinure di dalm ruangan, suhu di dalm ruangan pun tidak panas dan dingin cukup sejuk di dlam rumah.


Rumah yang baik, sehat dan nyaman
Memiliki sebuah rumah yang sehat serta membuat nyaman bagi seluruh pemilik dan anggota keluarga tentunya akn menjadi dambaan dan impian bagi setiap keluarga. Karena dengan adanya rumah yang telah memenuhi kriteria rumah sehat akan bisa meningkatkan derajat kesehatan seluruh anggota keluarga yang ada dalam rumahnya.

Karena rumah yang telah mempunyai ciri rumah yang sehat akan bisa juga termasuk dalam cara mencegah penularan penyakit dalam lingkungan kehidupan sebuah keluarga. Karena kehidupan dalam rumah adalah sebuah kehidupan yang banyak dilalui dengan aktifitas sehari-hari oleh seluruh anggota keluarga.

Sebelum kita membangun rumah, tentunya kita juga memikirkan bagaimana tata letak rumah yang sehat dalam setiap bagiannya, baik itu dalam segi ruangan tamu, ruangan kamar yang sehat, bagaimana menciptakan dapur yang sehat, kamar mandi yang sehat serta semua lingkungan rumah agar bisa membuat suasana yang menyenangkan dan menyehatkan bagi seluruh anggota keluarga yang mendiaminya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tempat tinggal yang kita diami dan tinggali memenuhi syarat dan kriteria rumah sehat serta jauh dari segala hal yang berkaitan dengan penyakit maka berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan seperti yang pernah diutarakan dan disampaikan kawan blogger yang satu ini mengenai Tanda-Tanda Rumah Sehat Dan Bersih:

  1. Ventilasi Sirkulasi Pertukaran Udara Lancar. Udara yang bersih adalah hal yang penting yang harus ada dalam sebuah rumah yang sehat. Karena kebutuhan pokok manusia salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan oksigen yang baik dan ini bisa kita dapatkan dan penuhi bila rumah kita memiliki ventilasi yang baik serta cukup untuk pertukaran udara. Dan ini juga termasuk dalam hal pemenuhan syarat rumah sehat yang harus dimiliki sebuah tempat tinggal untuk keluarga.
  2. Kebersihan Rumah. Kita ketahui bersama bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman dan kebersihan adalah juga merupakan pangkal kesehatan. Sehingga bila kita mengidamkan sebuah tempat tinggal yang sehat tentunya harus bisa memenuhi standar bersih dan sehat bagi sebuah rumah. Sistem bangunan yang dimiliki tersebut bisa memungkinkan agar rumah bisa menjadi bebas kotoran, debu, asap serta kontaminan lainnya yang bisa berefek terhadap kesehatan.
  3. Persediaan Air Bersih Yang Tercukupi. Kebutuhan pokok manusia yang lainnya adalah pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Sehingga rumah sehat juga diharapkan mempunyai sarana dan prasana dalam penyediaan air bersih yang mencukupi untuk kebutuhan seluruh anggota keluarga.
  4. Lingkungan Rumah Yang Aman. Lingkungan tempat tinggal dan juga lingkungan masyarakat tempat kita tinggal perlu juga memenuhi syarat dan standar keamanan yang baik. Bila kaitannya dengan rumah maka ketika akan membangun sebuah rumag perlu dipikirkan konsep rumah yang aman dan sehat pula. Rumah hendaknya dibangun dengan bentuk, fungsi, dan peralatan yang aman bagi seluruh penghuni keluarga. Konsep ergonomis di setiap piranti hendaknya juga dipikirkan dengan baik dan matang pula. Sisi keamanan rumah dan juga kemananan lingkungan adalah faktor yang penting, demi menghindari terjadinya kecelakaan di dalam maupun di sekitar rumah.
  5. Sanitasi Rumah Yang Baik. Yang satu ini tak boleh pula kita lupakan. Perlu pula kita berkonsultasi bagaimana cara menciptakan sebuah sanitasi yang sehat dan baik bagi sebuah rumah tempat tinggal kita. Baik itu menyangkut mengenai sistem pembuangan, sarana pembuangan limbah keluarga, adanya tempat sampah yang memenuhi standar kesehatan dan sebagainya.
Demikian tadi beberapa standar rumah sehat yang bisa kita lakukan dan penuhi ketika kita merencanakan pembangunan rumah sebagai tempat tinggal kita dan juga seluruh anggota keluarga kita. Dengan pemenuhan syarat kesehatan rumah yang baik serta bersih akan membantu kita meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan juga masyarakat lingkungan kita pula.




Selasa, 07 Januari 2014

TIPOLOGI RUMAH ADAT PAPUA HANOI

Pembahasan Secara Makro


Papua

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi di mana bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat.


Utara   Samudera Pasifik
Selatan            Samudera Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Australia
Barat   Papua Barat, Kepulauan Maluku
Timur   Papua Nugini




Asal-usul nama

Perkembangan asal usul nama pulau Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan sejarah interaksi antara bangsa-bangsa asing dengan masyarakat Papua, termasuk pula dengan bahasa-bahasa lokal dalam memaknai nama Papua.
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagaiNugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya olehSoeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan nama provinsi ini untuk diganti menjadi Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Nama Papua Barat (West Papua) masih sering digunakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), suatu gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

Geografi

Pulau Papua memiliki luas sekitar 421.981 km2, pulau Papua berada di ujung timur dari wilayah Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis, dan telah mendorong bangsa – bangsa asing untuk menguasai pulau Papua. Kabupaten Puncak Jaya merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah adalah kota Merauke. Sebagai daerah tropis dan wilayah kepulauan, pulau Papua memiliki kelembaban udara relative lebih tinggi berkisar antara 80-89% kondisi geografis yang bervariasi ini mempengaruhi kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata. Pada tahun 1990 penduduk di pulau Papua berjumlah 1.648.708 jiwa dan meningkat menjadi sekitar 2,8 juta jiwa pada tahun 2006.

Luas wilayah
Luas     420.540 km²
Iklim
Curah hujan       1.800 – 3.000 mm
Suhu udara       19-28°C
Kelembapan      80%

Penduduk asli di Papua
Jika dilihat dari karakteristik budaya, mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua itu dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman, dataran tinggi dan Papua dataran rendah dan pesisir. Pola kepercayaan agama tradisional masyarakat Papua menyatu dan menyerap ke segala aspek kehidupan, mereka memiliki suatu pandangan dunia yang integral yang erat kaitannya satu sama lain antar dunia yang material dan spiritual, yang sekuler dan sacral dan keduannya berfungsi bersama-sama.
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain:
·          
·          
·         Ansus
·         Amungme
·         Asmat
·         Ayamaru, mendiami daerah Sorong
·         Bauzi
·         Biak
·         Dani
·         Empur, mendiami daerah Kebar dan Amberbaken
·         Enggros
·         Fuyu
·         Hatam, mendiami daerah Ransiki dan Oransbari
·         Iha
·         Kamoro
·         Korowai
·         Mandobo/Wambon
·         Mee, mendiami daerah pegunungan Paniai
·         Meyakh, mendiami Kota Manokwari
·         Moskona, mendiami daerah Merdei
·         Muyu
·         Nafri
·         Sentani, mendiami sekitar danau Sentani
·         Souk, mendiami daerah Anggi dan Menyambouw
·         Tobati
·         Waropen
·         Wamesa




Pembahasan Secara Mikro

Struktur bangunan
Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki(disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).
Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak.[1] Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.[2]Dali rocks

Suku Dani
Dani adalah salah satu dari sekian banyak suku bangsa yang terdapat atau bermukim atau mendiami wilayah Pegunungan Tengah, Papua,Indonesia dan mendiami keseluruhan Kabupaten Jayawijaya serta sebagian kabupaten Puncak Jaya.
Selayang Pandang Suku Dani
Suku Dani adalah sebuah suku yang mendiami satu wilayah di Lembah Baliem yang dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai petani yang terampil dan telah menggunakan alat/perkakas yang pada awal mula ditemukan diketahui telah mengenal teknologi penggunaan kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan juga tombak yang dibuat menggunakan kayu galian yang terkenal sangat kuat dan berat. Suku Dani masih banyak mengenakan ''koteka'' (penutup kemaluan pria) yang terbuat dari kunden/labu kuning dan para wanita menggunakan pakaian wah berasal dari rumput/serat dan tinggal di “honai-honai” (gubuk yang beratapkan jerami/ilalang). Upacara-upacara besar dan keagamaan, perang suku masih dilaksanakan (walaupun tidak sebesar sebelumnya).
Suku Dani Ditemukan
Suku Dani Papua pertama kali diketahui di Lembah Baliem diperkirakan sekitar ratusan tahun yang lalu. Banyak eksplorasi di dataran tinggi pedalaman Papua yang dilakukan. Salah satu diantaranya yang pertama adalah Ekspedisi Lorentz pada tahun 1909-1910 (Belanda), tetapi mereka tidak beroperasi di Lembah Baliem.
Kemudian penyidik asal Amerika Serikat yang bernama Richard Archold anggota timnya adalah orang pertama yang mengadakan kontak dengan penduduk asli yang belum pernah mengadakan kontak dengan negara lain sebelumnya. Ini terjadi pada tahun 1935. kemudian juga telah diketahui bahwa penduduk Suku Dani adalah para petani yang terampil dengan menggunakan kapak batu, alat pengikis, pisau yang terbuat dari tulang binatang, bambu atau tombak kayu dan tongkat galian. Pengaruh Eropa dibawa ke para misionaris yang membangun pusat Misi Protestan di Hetegima sekitar tahun 1955. Kemudian setelah bangsa Belanda mendirikan kota Wamena maka agama Katholik mulai berdatangan.

Letak Geografis

Secara geografis Kabupaten Jayawijaya terletak antara 30.20 sampai 50.20′ Lintang Selatan serta 1370.19′ sampai 141 bujur timur. Batas-batas Daerah Kabupaten Jayawijaya adalah sebagai berikut : sebelah utara dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Yapen Waropen, barat dengan Kabupaten Paniai, selatan dengan Kabupaten Merauke dan Timur dengan perbatasan negaraPapua Nugini.
Topografi Kabupaten Jayawijaya terdiri dari gunung-gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang luas. Di antara puncak-puncak gunung yang ada beberapa diantaranya selalu tertutup salju, misalnya Puncak Trikora (4750 m), Puncak Yamin (4595 m), dan Puncak Mandala (4760 m). Tanah pada umumnya terdiri dari batu kapur/gamping dan granit terdapat di daerah pegunungan sedangkan di sekeliling lembah merupakan percampuran antara endapan lumpur, tanah liat dan lempung.
Rumah Adat

Honai, rumah adat suku Dani ukurannya tergolong mungil, bentuknya bundar, berdinding kayu dan beratap jerami. Namun, ada pula rumah yang bentuknya persegi panjang. Rumah jenis ini namanya Ebe'ai (Honai Perempuan).
Perbedaan antara Honai dan Ebe'ai terletak pada jenis kelamin penghuninya. Honai dihuni oleh laki-laki, sedangkan Ebe'ai (Honai Perempuan) dihuni oleh perempuan. Komplek Honai ini tersebar hampir di seluruh pelosok Lembah Baliem yang luasnya 1.200 km2. Baik itu dekat jalan besar (dan satu-satunya yang membelah lembah itu), hingga di puncak-puncak bukit, di kedalaman lembah, juga di bawah naungan tebing raksasa.
Rumah bundar itu begitu mungil sehinggi kita tak bisa berdiri di dalamnya. Jarak dari permukaan rumah sampai langit-langit hanya sekitar 1 meter. Di dalamnya ada 1 perapian yang terletak persis di tengah. Tak ada perabotan seperti kasur, lemari, ataupun cermin. Begitu sederhana namun bersahaja.
Atap jerami dan dinding kayu rumah Honai ternyata membawa hawa sejuk ke dalam Honai. Kalau udara dirasa sudah terlalu dingin, seisi rumah akan dihangatkan oleh asap dari perapian. Bagi suku Dani, asap dari kayu sudah tak aneh lagi dihisap dalam waktu lama. Selama pintu masih terbuka (dan memang tak ada tutupnya), oksigen masih mengalir kencang.
Selain jadi tempat tinggal, Honai juga multifungsi. Ada Honai khusus untuk menyimpan umbi-umbian dan hasil ladang, semacam lumbung untuk menyimpan padi. Ada pula yang khusus untuk pengasapan mumi. Fungsi yang disebut terakhir itu bisa ditemukan di Desa Kerulu dan Desa Aikima, tempat 2 mumi paling terkenal di Lembah Baliem.

Bentuk Honai


Bentuk Honai yang bulat tersebut dirancang untuk menghindari cuaca dingin ataupun karena tiupan angin yang kencang sehingga rumah yang sederhana ini dapat bertahan bertahun-tahun lamanya.

Pola Permukiman Suku Dani

Kompleks permukiman dari suku Dani adalah Silimo. Satu kompleks silimo terdiri dari beberapa massa bangunan dengan fungsi-fungsi khusus, dan satu silimo dihuni oleh satu keluarga luas terbatas (extended family).
       Pada satu silimo, terdiri dari unit-unit massa bangunan sebagai berikut:
  1. Honai tempat tinggal laki-laki
  2. Pilamo (rumah adat)
  3. Honai tempat tinggal perempuan (ebeai)
  4. Hunila (dapur)
  5. Wamdabu (kandang babi)



konsep penataan massa di dalam satu silimo

Keterangan:
1.Pintu masuk (musoholak)
2.Dapur bersama(hunila)
3.Honai perempuan(ebeai)
4.Lubang bakar 
5.Honai laki-laki
6.Rumah adat (Pilamo)
7.Kandang babi(wamdabu)


 

 

Fungsi Honai


Rumah Honai mempunyai fungsi antara lain:
·         Sebagai tempat tinggal
·         Tempat menyimpan alat-alat perang
·         Tempat mendidik dan menasehati anak-anak lelaki agar bisa menjadi orang berguna di masa depan
·         Tempat untuk merencanakan atau mengatur strategi perang agar dapat berhasil dalam pertempuran atau perang
·         Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni sejak dulu

 

Karakteristik Rumah Honai

¨  Berbentuk bulat/melingkar 

¨  Ukurannya sempit (diameter 4m - 6m)

¨  Ketinggian sekitar 3m - 7m (2 lantai)

¨  Tidak berjendela dan ketinggian pintu sangat rendah (sangat minimbukaan)



Atap Honai


Honai memiliki bentuk atap bulat kerucut. Bentuk atap ini berfungsi untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak mengenai dinding ketika hujan turun.
Atap honai terbuat dari susunan lingkaran-lingkaran besar yang terbuat dari kayu buah sedang yang dibakar di tanah dan diikat menjadi satu di bagian atas sehingga membentuk dome. Empat pohon muda juga diikat di tingkat paling atas dan vertikal membentuk persegi kecil untuk perapian.
Penutup atap terbuat dari jerami yang diikat di luar kubah. Lapisan jerami yang tebal membentuk atap dome, bertujuan menghangatan ruangan di malam hari. Jerami cocok digunakan untuk daerah yang beriklim dingin. Karena jerami ringan dan lentur memudahkan suku Dani membuat atap serta jerami mampu menyerap goncangan gempa, sehingga apabila terjadi gempa sangat kecil kemungkinan rumah Honai akan rubuh.

Dinding & Bukaan
 
  
Honai mempunyai pintu kecil dan jendela-jendela yang kecil. Jendela-jendela ini berfungsi memancarkan sinar ke dalam ruangan tertutup itu. Ada pula Honai yang tidak memiliki jendela, Honai tanpa jendela pada umumnya dipergunakan untuk kaum ibu/perempuan.
Jika Anda masuk ke dalam honai ini, maka di dalam cukup dingin dan gelap karena tidak terdapat jendela dan hanya ada satu pintu. Pintunya begitu pendek sehingga harus menunduk jika akan masuk ke rumah Honai. Di malam hari menggunakan penerangan kayu bakar di dalam Honai dengan menggali tanah di dalamnya sebagai tungku, selain menerangi bara api juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Jika tidur, mereka tidak menggunakan dipan atau kasur, mereka beralas rerumputan kering yang dibawa dari kebun atau ladang. Umumnya mereka mengganti jika sudah terlalu lama karena banyak terdapat kutu babi.

Lantai

     terdiri dari dua lantai, yaitu lantai satu sebagai tempat bersantai dan lantai panggung  yang digunakan sebagai tempat menyimpan barang berharga dan istirahat/tidur. Lantai honai dialasi dengan rumput atau jerami yang diganti secara berkala jika sudah rusak/kotor.

Ketinggian


Rumah Honai mempunyai tinggi 2,5-5 meter dengan diameter 4-6 meter. Rumah Honai ditinggali oleh 5-10 orang dan rumah ini biasanya dibagi menjadi 3 bangunan terpisah. Satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur). Bangunan kedua untuk tempat makan bersama dimana biasanya mereka makan beramai-ramai dan bangunan ketiga untuk kandang ternak terutama babi. Rumah Honai juga biasanya terbagi menjadi 2 tingkat. Lantai dasar dan lantai satu di hubungkan dengan tangga yang terbuat dari bambu/kayu. Biasanya pria tidur melingkar di lantai dasar , dengan kepala di tengah dan kaki di pinggir luarnya, demikian juga cara tidur para wanita di lantai satu. Dalam peraturan adat Honai, pria dan wanita (termasuk anak-anak) tidak boleh tidur disatu tempat secara bersamaan hukumnya tabu.


Filosofi Honai


Filosofi bangunan Honai yang bentuknya bulat melingkar adalah :
·         Dengan kesatuan dan persatuan yang paling tinggi kita mempertahankan budaya yang telah diperthankan oleh nene moyang kita dari dulu hingga saat ini.
·         Dengan tinggal dalam satu honai maka kita sehati, sepikiran dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
·         Honai merupakan simbol dari kepribadian.

Bahan Pembuat


Kebiasaaan dari suku atau orang Dani dan Yali dalam membangun Honai yaitu mereka mencari kayu yang memang kuat dan dapat bertahan dalam waktu yang lama atau bertahun-tahun bahkan sampai ratusan tahun. Bahan yang digunakan sebagai berikut:
·         Kayu besi (oopihr) digunakan sebagai tiang penyangga bagian tengah Rumah Honai
·         Kayu buah besar
·         Kayu batu yang paling besar
·         Kayu buah sedang
·         Jagat (mbore/pinde)
·         Tali
·         Alang-alang
·         Papan yang dikupas
·         Papan alas dll.


Tahap konstruksi


¨  Tahap pengukuran, pembersihan, pemerataan
¨  Tahap pemasangan dinding, dan tiang-tiang utama.
¨  Tahap pemerataan dinding.
¨  Tahap pekerjaan rangka atap.
¨  Tahap penyelesaian akhir.





 



Tahap pemasangan tiang utama
 

Tahap pemerataan dinding dan pemasangan

 

Pemasangan rangka atap