Jumat, 09 Mei 2014

WAWASAN NASIONAL INDONESIA

Wawasan Nasional Indonesia

Latar Belakang

Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalahwilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karenatelah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia.

Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsaIndonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara KesatuanRepublik Indonesia.Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana iamemandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa dinamakanwawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan pandangan nasionalnya berbunyi:"Brittain rules the waves". Ini berarti tanah Inggris bukan hanya sebatas pulaunya,tetapi juga lautnya.

Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti:Thailand, Perancis, Myanmar dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalahwawasan nusantara yang disingkat wasantara. Wasantara ialah cara pandang bangsaIndonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri danlingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalammengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yangsarwa nusantara itu.

Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah (contour atauorganisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wasantara itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:

•Satu kesatuan wilayah.
•Satu kesatuan bangsa.
•Satu kesatuan budaya.
•Satu kesatuan ekonomi.
•Satu kesatuan hankam.

jelaslah disini bahwa wasantara adalah pengejawantahan falsafah Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara Republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan wasantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasionalIndonesia yang senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman.Ketahanan nasional itu akan dapat meningkat jika ada pembangunan yang meningkat,dalam "koridor" wasantara.

Pengertian Wawasan Nusantara
Kata wawasan berasal dari kata “wawas” ( bahasa Jawa ) yang berartimelihat atau memandang. Jika ditambah dengan akhiran –an maka secara harfiah berarti cara penglihatan, cara tinjau, cara pandang. Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kunoyakni nusa yang berarti pulau, dan antara artinya lain.Wawasan nasional suatu bangsadibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya. Beberapateori paham kekuasaan dan teori geopolitik. Perumusan wawasan nasional lahir  berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsepoperasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan.

Teori-teori yang dapat mendukung rumusan tersebut antara lain:

1.  Paham-paham kekuasaana.

a.    Machiavelli

(abad XVII)Dengan judul bukunya The Prince dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabilamenerapkan dalil-dalil:1. Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan2. Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah.3. Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.b.

b.    Napoleon Bonaparte

(abad XVIII)Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengerahkan segaladaya upaya dan kekuatan nasional. Napoleon berpendapat kekuatan politik harusdidampingi dengan kekuatan logistik dan ekonomi, yang didukung oleh sosial budayaberupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa untuk membentuk kekuatanpertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.

c.    Jendral Clausewitz

(abad XVIII)Jendral Clausewitz sempat diusir pasukan Napoleon hingga sampai Rusia dan akhirnyadia bergabung dengan tentara kekaisaran Rusia. Dia menulis sebuah buku tentang perang
yang berjudul “Vom Kriegen”

(tentang perang). Menurut dia perang adalah kelanjutanpolitik dengan cara lain. Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasionalsuatu bangsa.d.

d.    Fuerback dan Hegel

(abad XVII)Paham materialisme Fuerback dan teori sintesis Hegel menimbulkan aliran kapitalismedan komunisme. Pada waktu itu berkembang paham perdagangan bebas(Merchantilism). Menurut mereka ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalahseberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yangdimiliki oleh negara itu.e.

e.    Lenin

(abad XIX)Memodifikasi teori Clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong yaitu perangadalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahandarah/revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangkamengkomuniskan bangsa di dunia.f.

f.     Lucian W. Pye dan Sidney

Tahun 1972 dalam bukunya Political Cultural dan Political Development dinyatakanbahwa kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar padakebudayaan politik bangsa ybs. Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalammelihat kesejarahan sebagai satu kesatuan budaya.

2. Teori – teori geopolitik (ilmu bumi politik).

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajarigejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjanaseperti :a.

a.    Federich Ratzel

Menurut Federich Ratzel geopolitik memiliki karakteristik antara lain:

1.    Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhanorganisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir,tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.

2.    Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam artikekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh(teori ruang).


3.     Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas darihukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng.

4.    Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber dayaalam. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhankekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi).


5.    Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluasdengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang.Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran yaitu menitik beratkan kekuatan darat danmenitik beratkan kekuatan laut. Ada kaitan antara struktur politik/kekuatan politik dengan geografi disatu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau pertumbuhan negarayang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologi) dilain pihak.

b.    Rudolf Kjellen

1.    Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara,hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agarmemungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.

2.    Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang:geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.

3.    Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampuswasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.c.

c.    Karl Haushofer

Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi olehsemangat militerisme dan fasisme. Pokok  – pokok teori Haushofer ini pada dasarnyamenganut teori Kjellen, yaitu sebagai berikut :

1.    Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperiummaritim untuk menguasai pengawasan dilaut.

2.    Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia barat(Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya.

3.     Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan.Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidupuntuk mendapatkan ruang hidup (wilayah).

d.    Sir Halford Mackinder

 (konsep wawasan benua)Teori ahli
Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan
benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat
mengusai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia”
yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia.

e.    Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti menguasai “kekayaan dunia” sehingga pada akhirnya menguasai dunia.


f.     W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyaidaya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan denganpenghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

g.    Nicholas J. SpykmanTeori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkankekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dankondisi suatu negara.

Wawasan Nasional Indonesia

Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasioanal secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia.

1.    Paham kekuasaan bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai: “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih – benih persengketaan dan ekspansionisme. Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik  nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia sengan segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah – tengah perkembangan dunia.

2.    Geopolitik Indonesia

Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia disasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia, sedangkan pemahaman tentang Negara Indonesia menganut paham Negara kepuauan , yaitu paham  yang diembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di Negara – Negara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham Barat, laut berperan sebagai “pemisah” pulau, sedangkan menurut paham Indonesia Laut adalah “penghubung” sehinnga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah air” dan disebut Negara kepulauan.

3.    Dasar Pemikiran wawasan Nasional Indonesia

Dalam menentukan  membina dan mengembangkan wawasan nasionalnya, bangsa Indonesia menggali dan mengembangkan dari kondisi nyata yang terdapat di lingkungan Indonesia sendiri.  Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, pembahasan latar belakang filosofis sebagai dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari:

a.    Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah pancasila
b.    Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan Nusantara
c.    Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya bangsa Indonesia
d.    Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan bangsa Indonesia.

Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara menurut
1.    Prof. Dr. Wan Usman
adalah cara pandang bangsaIndonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2.    LEMHANAS 1999
wawasanNusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannyayang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuanbangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsadan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Sedangkan pengertian yang digunakan sebagaiacuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah carapandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam danbernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetapmenghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyatdengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai danmewujudkan tujuan nasional.

Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat darihierarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

1.    Landasan idiil adalah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
2.    Landasan Konstitusional merupakan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
3.    Landasan visional adalah wawasan nusantara sebagai visi bangsa.
4.    Landasan konsepsional yaitu ketahanan nasional bangsa.
5.    Landasan Operasional yaitu GBHN sebagai Kebijaksanaan Dasar Bangsa.

Unsur-unsur dalam wawasan nusantara antara lain:

a.    Wadah
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayahIndonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk sertaaneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakanwadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadahdalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infrastruktur politik.

b.    Isi
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuannasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan nasional seperti tersebut diatasbangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaandalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isimenyangkut dua hal pertama realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama danperwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dankesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

c.    Tata laku (conduct)
Merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi wawasannusantara yang terdiri dari 2, yaitu tata laku batiniah,dan tata laku lahiriah. Tata lakuBathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsaIndonesia. Tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku daribangsa Indonesia. Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri ataukepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasabangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa nasionalismeyang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingannasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsadan negara indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negaraharus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpamenghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang.




Asas-Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dandiciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsaIndonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wawasannusantara terdiri dari:

1.    Kepentingan/Tujuan yang sama
Kepetingan yang sama memiliki pengertian yaitu pada waktu penegakan dan merebutkemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia itu adalah menghadapi penjajahansecara fisik dan bangsa lain, maka sekarang ini bangsa Indonesia harus menghadapipenjajahan dari bangsa asing dengan cara lain, seperti mendapat tekanan dan paksaan baik secara halus maupun kasar dalam kehidupan di dalam negeri dengan cara adu domba danpecah belah bangsa yang lebih halus daripada di zaman penjajahan. Sedangkan dalampergaulan internasional dengan menggunakan dalih hak asasi manusia (HAM),demokratisasi, dan lingkungan hidup.

2.    Keadilan
Keadilan memiliki pengertian yaitu sesuainya hasil/pembagian hasil atau menikmatikemakmuran sesuai dengan andil, jerih payah usaha, dan kegiatan baik orang perorangan,golongan, kelompok, maupun daerah.

3.    Kejujuran
Kejujuran memiliki pengertian yaitu berani berpikir, berkata dan berbuat/bertindak sesuai realitas, aturan/ketentuan yang besar, biarpun pahit dirasakan dan kurang enak didengarnya, akan tetapi demi kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara maka hal iniharus dilakukan.

4.    Solidaritas
Solidaritas memiliki pengertian yaitu diperlukannya rasa setiakawan, mau memberidan berkorban bagi orang/pihak lain tanpa meninggalkan dan tetap mengharigai ciri dankarakter budaya masing-masing.

5.    Kerjasama
Kerjasama memiliki pengertian yaitu adanya koordinasi, saling pengertian yangdidasarkan atas kesetaraan sehingga dicapai kerja kelompok, baik kelompok yang kecilmaupun kelompok yang lebih besar demi terciptanya sinergi yang lebih baik.

6.    Kesetiaan terhadap kesepakatan
Kesetiaan terhadap kesepakantan memiliki pengertian yaitu setia dan memegangteguh akan kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan Negara Indonesia,yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis sejak Boedi Oetomo pada tahun 1908, SumpahPemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi sertamemperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantarameliputi :

1.    Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkinfaktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina danterpeliharanya persatuan dan kesatuan. Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuankesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

2.    Ke luar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik,ekonomi,sosial budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah danikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

KEDUDUKAN  WAWASANNUSANTARA.

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyatdengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai danmewujudkan tujuan nasional. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat darihierarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

1.    Landasan idiil adalah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
2.    Landasan Konstitusional merupakan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
3.    Landasan visional adalah wawasan nusantara sebagai visi bangsa.
4.    Landasan konsepsional yaitu ketahanan nasional bangsa.
5.    Landasan Operasional yaitu GBHN sebagai Kebijaksanaan Dasar Bangsa.

IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI DARI WAWASAN NUSANTARA

Indonesia, sebagai negara bangsa (nation state) kini sedang berada di persimpangan jalan. Di tengah himpitan upaya untuk keluar dari krisisekonomi, Indonesia harus menghadapi ragam tuntutan dari daerah yang –entahkebetulan atau tidak—muncul pada waktu yang hampir bersamaan. Tuntutantersebut jenisnya bermacam-macam; dari sekadar menuntut pembagian keuanganyang lebih adil, tuntutan otonomi yang lebih luas, tuntutan federalisasi,sampai ke tuntutan kemerdekaan. Akibatnya, eksistensi negara bangsaIndonesia sebagai negara kesatuan dalam ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (sebagaimana dinyatakan dalam konsep yang selama inidisebut “wawasan nusantara”), kemudian dipertanyakan kesahihannya dalammenjamin terwujudnya keadilan dan kemakmuran yang merata.

Sumber :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar