Selasa, 24 Desember 2013

kelebihan dan kekurangan dinding part 2

DINDING
fungsi dinding hanya sebagai pembatas fisik antar ruang, kini dinding berkembang menjadi elemen vertikal dengan fungsi yang bermacam-macam. Teknologi menghadirkan fungsi baru dari dinding dan menyuguhkan berbagai macam jenis finishing-nya. Fungsi lain dari dinding yaitu sebagai pendefinisi ruangan, peredam suara, pelindung bagian dalam bangunan dari cuaca dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, dinding terbagi menjadi beberapa bagian. Di antaranya dinding partisi, dinding pembatas (boundary wall), dinding penahan (retaining wall), Dinding Struktural, Dinding Non-Struktural dan sebagainya.
Dinding Partisi Sesuai namanya, fungsi utama dinding partisi, membagi atau memisahkan ruang-ruang. Dinding partisi bukan bagian dari elemen strukur bangunan karena tidak ada beban yang disalurkan ke dinding ini. Berdasarkan bahan pembentuknya, dinding partisi ada yang memiliki beban berat untuk ditopang balok beton di bawahnya, ada juga yang ringan tanpa harus menambah balok beton. Dinding dengan beban berat biasanya terbuat dari bata merah, bata pres, beton blok, batako, beton ringan, bata kerawang, glass block dan lain-lain. Untung dinding ringan, bahan pembentuknya yaitu gypsum, fiber, plasterboard, papan tripleks, dupleks dan sebagainya. Biasanya jenis dinding ringan ini digunakan untuk interior yang tidak bersentuhan dengan area luar karena alasan keamanan dan privasi.

Dinding Pembatas Selain untuk menandakan batas lahan atau batas area luar dan dalam hunian, dinding pembatas juga berfungsi sebagai dinding privasi. Biasanya kita menyebut jenis dinding ini dengan sebutan dinding padar. Berbeda dengan pagar, dinding pembatas memiliki privasi yang lebih besar karena cenderung tertutup. Umumnya pagar memiliki celah dan terbuat dari material yang lebih tipis dari dinding.

Dinding Penahan Retaining wall atau dinding penahan biasanya digunakan di area yang tanahnya berkontur dan dibutuhkan struktur tambahan untuk menahan tekanan tanahnya. Jenis dinding penahan ini juga berfungsi sebagai penahan pergerakan tanah, air atau batu. Ketinggiannya harus melebihi ketingian muka tanah atau air yang ditahannya. Batu merupakan material andalan yang biasa digunakan untuk dinding penahan. Kualitas plesterannya pun harus mampu menahan resapan air agar tidak rembes, terutama jika dindingnya difungsikan sebagai pembatas ruangan.
Dinding Struktural Sebagai Struktur Bangunan (Bearing Wall).  Dinding ini berperan untuk  menopang atap dan sama sekali tidak menggunakan cor  beton untuk kolom (besi beton). Bahan Dinding Struktur yang biasa digunakan pada suatu bangunan adalah Batu Bata (Pada Zaman Dahulu). Konstruksinya 100% mengandalkan pasangan batu bata dan semen.
Dinding Non-Struktural Dinding ini adalah dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas, apabila dinding dirobohkan maka bangunan tetap berdiri. Beberapa material dinding non-struktural di antaranya seperti  batu bata, batako, bata ringan, kayu, kaca, dll.
BATU BATA

 


Dinding batu bata merupakan dinding yang paling banyak digunakan dalam pembangunan gedung baik gedung sederhana, perumahan, atau gedung berukuran besar. oleh karena itu dinding batu bata mempunyai seni tersendiri dalam sistem pemasangannya.

KELEBIHAN

ž  Batu bata merah kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
ž  Keretakan relatif jarang terjadi.
ž  Kuat dan tahan lama karena batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingan dan udara lembab.
ž  Penolak panas yang baik. Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah cuaca panas.
ž  Warna yang unik. Pemilik rumah ada kalanya sengaja tidak menutup batu bata dengan semen dan cat, sebaliknya batu bata dibiarkan terekspos sehingga memberikan kesan alami pada rumah.
ž  Harganya Murah. Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan  persediaannya  cukup banyak.


KEKURANGAN

ž  Waktu pemasangannya lebih lama dibandingkan  material  dinding bangunan yang lain.
ž  Jika proses pembakarannya kurang matang, bata mudah retak dan pecah
ž  Biaya lebih tinggi dari dinding batako





BATAKO

 


Batako merupakan batu cetak yang tidak dibakar tetapi dipress. Batako dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang di press padat. Ukuran dan model nya beragam. Pada batako terdapat 3 lubang disisinya. Lubang tersebut digunakan sebagai adukan pengikat.


KELEBIHAN

ž  Harga relatif murah
ž  Selain harganya lebih murah per meternya, dimensi yang lebih besar dan berlubang dapat menghemat 75% plesteran dan 50% beban dinding
ž  Irit perekat
ž  Tidak memerlukan plesteran + acian lagi untuk finishing
ž  Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.


KEKURANGAN

ž  Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras. 
ž  Mudah terjadi retak rambut pada dinding. 
ž  Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya. 





BATA RINGAN





Bata hebel/celcon dibuat dengan mesin di pabrik. Dinding bata hebel/celcon adalah bahan bangunan pembentuk dinding yang mutu kualitasnya tinggi. Penjualan bata jenis ini tidak ada pada agen atau toko material. Melainkan harus memesan terlebih dahulu.

KELEBIHAN

ž  Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
ž  Lebih ringan dari pada bata biasa  sehingga memperkecil beban struktur.
ž  Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
ž  Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
ž  Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
ž  Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
ž  Mempunyai kekedapan suara yang baik.
ž  Daya Kuat tekan yang tinggi.
ž  Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
ž  Tidak diperlukan spesi yang terlalu tebal, umumnya ± 2-3 mm


KEKURANGAN

ž  Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
ž  Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan yang berbahan dasar pasir, silika, filter dan semen.
ž  Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
ž  Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
ž  Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
ž  Agak susah mendapatkannya. Hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini dan penjualannya pun dalam volume besar atau dalam jumlah per meter kubik.
                                                                                                                    
PAPAN FIBER SEMEN / GLASSFIBRE REINFORCED CEMENT (GRC)



Ringan, Praktis, serta mudah diangkat, dipotong, dibor, dilem, dicat, dipola.
Kegunaan a. Penggunaan eksterior seperti dinding, cladding, lisplank, kover kolom.
                  b. Penggunaan Interior seperti bahan penyekat partisi, peredam suara, panel pintu
Asal Bahan Serat Fiberglass yang dicampur dengan semen dan pasir. Kandungan fibernya 5%.


KELEBIHAN

ž  Pemasangannya lebih cepat.
ž  Tahan air & kelembaban.
ž  Tahan api.
ž  Tahan jamur & rayap.
ž  Kedap Suara.
ž  Permukaan rata, tanpa harus diplamir
ž  Cepat & praktis dalam pengerjaan.
ž  Lebih ramping dan ringan dibanding gypsum dan batu bata.
ž  Mampu mengurangi penggunaan pendingin ruangan.


KEKURANGAN

ž  Kurang kokoh
ž  Mudah rusak bila terkena benturan.
ž  Tidak dapat menyerap gelombang bunyi.






Kaca



Karakteristik    : Transparan, licin, halus.
Fungsi             : Dinding Eksterior dan Interior


KELEBIHAN

ž  Meniadakan batas ruang dan menghadirkan pemandangan luar ke dalam ruangan,
ž  Cahaya luar banyak masuk sehingga hemat listrik,
ž  Nilai estetis.


KEKURANGAN

ž  Harga mahal.
ž  Menimbulkan rasa takut.
ž  Rawan pecah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar